BKL MEDIA. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 20 September 2012

Radio Swasta Kategori C jadi ancaman Rakom

Sekretaris Jaringan Radio Komunitas Indnesia (JRKI) Farida menginformasikan beberapa saat lalu Setnas JRKI di Solo dikunjungi oleh Ketua JRKI Jawa Timur (JRKI Jatim) Wahyono . Banyak cerita atau informasi yang dishering tentang proses2 perijinan Rakom di Jawa Timur dimana pengurus JRKI Jatim turut menjadi Tim Penguji EDP (Evaluasi Dengar Pendapat) bagi Radio Komunitas. Diceritakan Wahyono, dinamika-dinamika beragam dari hasil turun bareng Ketua dan Pengurus JRKI Jatim langsung ke lapangan, ke Rakom-rakom di hampir semua Kota. Mulai dari pemahaman tentang rakom sampai ke teknis mengurus perijinan sampai dinamika kelompok-kelompok rakom di tingkat kabupaten.
Dijelaskan, koordinasi dengan KPID Jatim dan BALMON Daerah Jatim juga semakin menguat dengan menunjukkan kemauan serius rakom mengurus perijinan. Peluang-peluang kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun non-pemerintah juga mulai terbuka, meski masih membutuhkan kehati-hatian dan kinerja tim yang lebih kompak lagi.
Tak kalah menarik, keinginan membangkitkan isu perempuan melalui bidang Pemberdayaan Perempuan mulai menemukan strategi penataan basis kader. “pemberdayaan perempuan dengan strategi penataan kader cukup efektif, meski belum begitu banyak dan masih butuh proses panjang untuk menciptakan kader yang baik”, ungkapnya tegas.
Farida di Jejaring Facebooknya hari ini menulis, Ketua JRKI Jatim yang memang hobi jalan ke rakom-rakom, menyampaikan kekhawatirannya tentang perizinan radio swasta kategori C menjadi ancaman bagi Radio Komunitas, dimana Radio Swasta bisa didirikan di wilayah kecamatan dengan jangkauan terbatas sekitar 12 km. “masalah radio swasta bias didirikan di kecamatan masih harus dipastikan kejelasannya dasar hukumnya”, ungkapnya jelas. (Rocd)

0 komentar:

Posting Komentar